Email  
Password  
Lupa Password ? | Register
Kolom 20/20
Juwita Setiono
Lahir dan dibesarkan di kota Tegal, Jawa Tengah. Setelah tamat SMA dari SMAN 1 Tegal, pindah ke Jakarta untuk menyelesaikan studi di FKIP Unika Atma Jaya Jakarta. Bekerja di salah satu Sekolah Dasar di Jakarta Barat sebagai staff pengajar. Sejak tahun 1996 tinggal di Australia bersama keluarga. Kegiatan sekarang ini: mengurus rumah tangga dan bekerja paruh waktu di sebuah perusahaan percetakan.
Juwita Setiono - Sydney
Kamis, 19 Juni 2008 | 20:05 WIB
"Teman datang dan pergi, musuh selalu bertambah," itu kata Ernest, guru nulisku dulu. Kurang lebih aku setuju dengan pendapatnya.
Kamis, 17 Juli 2008 | 17:19 WIB
Juwita Setiono - Sydney
Dengan Graphology kita juga bisa menebak ‘mood’ penulis saat ia menggoreskan penanya. Perlu diingat bahwa Graphology tidak bisa dipakai untuk meramal masa depan kita.
Dibaca 1348 kali | 0 Komentar | Kirim Artikel
Kamis, 10 Juli 2008 | 12:20 WIB
Juwita Setiono - Sydney
I think I know why I am not a doctor. I would be grumbling a lot if a patient wakes me at 3 am. I would be obsessed with checking my patients' diet. I would be scolding those patients who lie to me, including about their health history.
Dibaca 1066 kali | 0 Komentar | Kirim Artikel
Jumat, 4 Juli 2008 | 10:39 WIB
Juwita Setiono - Sydney
Tattoo kupu-kupu adalah trade mark-ku. Cap yang tidak akan pernah aku hilangkan seumur hidupku.
Dibaca 1119 kali | 0 Komentar | Kirim Artikel
Jumat, 27 Juni 2008 | 06:56 WIB
Juwita Setiono - Sydney
Panas dingin saya menonton setiap adegannya, nggak tau bagaimana nasib KoKier yang di belahan bumi sana. Apakah film ini happy ending atau sad ending? Bagi saya tidak terlalu penting, karena film ini cukup menghibur. Hanya saja scene terakhir
Dibaca 3136 kali | 0 Komentar | Kirim Artikel
Kamis, 19 Juni 2008 | 20:05 WIB
Juwita Setiono - Sydney
"Teman datang dan pergi, musuh selalu bertambah," itu kata Ernest, guru nulisku dulu. Kurang lebih aku setuju dengan pendapatnya.
Dibaca 3039 kali | 0 Komentar | Kirim Artikel
advertisement
Samuel Mulia - Penulis mode dan gaya hidup
Dua minggu lalu, di suatu sore saya kedatangan tamu, teman lama semasa di sekolah menengah pertama. Ia mengajak beberapa temannya. Seorang wanita yang adalah kakak kelas kami dengan putrinya yang berusia 15 tahun, seorang ibu, dan seorang pria muda tampan
Polling
Entah mengapa KoKiers saling membenci & bermusuhan dengan orang yang bahkan tidak akan pernah ditemui. Perlukah wacana KOPDAR AKBAR direalisasikan?



Surat Kabar
Majalah dan Tabloid
Penerbit
Media Elektronik
Industri dan Lain-lain
Hotel & Resort